Peran Penyuluh Pertanian Terhadap Peningkatan Pendapatan Usahatani Cabai Di Desa Alu Kecamatan Alu Kabupaten Polewali Mandar
DOI:
https://doi.org/10.59903/ebussiness.v5i2.224Keywords:
Peran Penyuluh Pertanian, Peningkatan Pendapatan, Usahatani CabaiAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mnetahui peran penyuluh pertanian terhadap peningkatan hasil usahatani cabai di Desa Alu, Kecamatan Alu, Kabupaten Polewali Mandar. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed method (kuantitatif dan kualitatif). Penelitian ini merupakan suatu langkah penelitian dengan menggabungkan dua bentuk penelitian yang telah ada sebelumnya yaitu penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan kuesioner kepada 17 petani cabai setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluh pertanian memiliki empat peran yang signifikan dalam peningkatan pendapatan usahatani cabai di Desa Alu Kecamatan Alu Kabuaten Polewali Mandar petani yaitu sebagai peran sebagai fasilitator dengan skor 2,10, peran sebagai motivator dengan skor 2,04, peran sebagai inovator dengan skor 2,16, dan peran sebagai edukator dengan skor 2,16, dengan demikian rata-rata skor peran penyuluh pertanian di desa Alu adalah kategori sedang. Pelaksanaan penyuluhan pertanian di Desa Alu dalam upaya meningkatkan pendapatan usahatani cabai didukung oleh beberapa faktor pendukung, yaitu: keberadaan penyuluh yang kompeten dan memahami kondisi lokal, tersedianya sarana dan prasarana yang memadai seperti balai penyuluhan dan transportasi, partisipasi aktif petani dalam kegiatan penyuluhan, serta kesesuaian materi penyuluhan dengan kebutuhan dan permasalahan petani cabai. Keempat faktor ini secara sinergis berperan penting dalam mendukung efektivitas penyuluhan dan peningkatan hasil usahatani. Meskipun peran penyuluh pertanian sangat penting, terdapat faktor penghambat yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas, seperti keterbatasan jumlah penyuluh, sulitnya akses ke lokasi petani, dan sikap sebagian petani yang kurang terbuka terhadap inovasi. Namun, hambatan-hambatan tersebut dapat diatasi secara bertahap melalui pendekatan partisipatif dan komunikasi yang intensif.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Indah Lestari, Jumriani Dambe, Salmawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





